
NABI dan Raja adalah sosok berpengaruh dalam kehidupan seseorang. Seorang Nabi berpengaruh karena dia adalah penyampai wahyu Tuhan kepada umatnya. Di samping itu juga sebagai teladan (uswah), panutan (qudwah) dan juga imam bagi umat yang diserunya. Kepadanya Tuhan mengaruniakan sifat-sifat luhur yang luar biasa yang mustakhil bisa disamai oleh manusia awam.
Sedangkan Raja (yang bukan Nabi), sebagai manusia biasa, sudah pasti memiliki banyak kekurangan, sehingga ia tidak selalu dapat dijadikan panutan bagi kaumnya, yakni manakala ia menyimpang dari aturan yang dibuat oleh Tuhan. Padahal sebagai tokoh puncak di negaranya, ia adalah sumber pengaruh (dengan jalan suka rela atau paksaan) bagi rakyatnya.
Buku ini memberikan gambaran dari satu sisi kehidupan keduanya, yakni dari sisi cinta. Sudah pasti antara keduanya terdapat perbedaan yang bisa sangat jauh.
Dari uraian kedua fenomena yang perbedaannya bisa sangat ekstrem itu, dan juga uraian lain yang relevan, semoga Pembaca dapat memperoleh hikmah dan pelajaran yang bermanfaat.
Setelah mengalami cetak ulang beberapa kali, pada edisi revisi kali ini ada revisi yang cukup mencolok yakni mengenai judulnya, dari semula “Bercinta Cara Nabi dan Raja” menjadi “Ketika Iman dan Cinta Bertemu: Kebijaksanaan Abadi dari Para Nabi & Raja untuk Zaman yang Gelisah”.